Sekjen FSKN: MARS Indonesia Beranggotakan Organisasi, Bukan Perorangan

Sekjen FSKN: MARS Indonesia Beranggotakan Organisasi, Bukan Perorangan
Sekjen FSKN Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodijoyo

DENPASAR-FSKN: Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia) masih menjadi isu hangat di kalangan keraton. Guna menjelaskan duduk persoalan, Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodijoyo menyatakan MARS Indonesia beranggotakan organisasi, bukan perorangan.

Pernyataan Sekjen FSKN Hj RAy Yani disampaikan saat Rapat FKIKN dan FSKN di Puri Agung-Ina Bali Hotel, Selasa (24 Oktober 2017). Hadir dalam Rapat tersebut Sekjen FKIKN Gusti Moeng dan KP Wirobumi. Sedangkan jajaran pengurus FSKN dipimpin langsung Ketua Umum FSKN Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat yang didampingi permaisuri Raden Ayu Syarifah Natadiningrat, Sekjen FSKN Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodijoyo, Datuq Adil Haberham, Bendahara Umum Ibu Evi Oktoria, Raden Maspanji Satria Wangsa, Pemangku Sultan Bulungan Datu Abdul Hamid, Sultan Sumenep, Sultan Jambi, Ratu Kokoda, Pangeran Hari Gondo Prawiro, Kesultanan Dompu, Kesultanan Sumbawa, dan sejumlah perwakilan berbagai kesultanan di Nusantara.

Dalam rapat tersebut, Datu Abdul Hamid, Pemangku Sultan Bulungan menanyakan posisi MARS Indonesia. “Bagaimana dengan masalah MARS Indonesia yang dikatakan (Organisasi Raja Sultan) paling syah yang diakui pemerintah?,” tanya Datu Abdul Hamid.

Pertanyaan pimpinan Kesultanan Bulungan, Kalimantan Utara tersebut lalu dijawab Sekjen FSKN. “Anggota MARS Indonesia itu bukan perorangan, tetapi organisasi. Itu disampaikan langsung YM Ida Agra Dalem Pemayun dari MARS Indonesia. Jadi tidak benar anggotanya atas nama perorangan,” tegas Sekjen FSKN.

MARS Indonesia dikukuhkan pada 24 Agustus 2017 di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri. Sebanyak 16 Pengurus MARS Indonesia yang dikukuhkan yaitu Sultan Bangsa, Hari Ichlas Majolelo, Pangeran Nata Adiguna Mas’ud Thoyib Adiningrat, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Elly Yuniarti, Ida Agra Dalem Pemayun, Anak Agung Oegroseno, Sultan Muhammad Taufik Thaib, Andi Maradang Mackulau, Tengku Raja Keumangan, Raja Bana Naineno, Muhammad Sidik bin Haji Mahmud Kaicil, Raja Abdul Hakim Ahmad Aituwarau, Gusti Kamboja, Gusti Yusri, dan Tuanku Bosa XIV.

Pengukuhan MARS Indonesia menimbulkan pro kontra di kalangan keraton. Itu karena MARS Indonesia disebut-sebut sebagai wadah tunggal organisasi keraton yang diakui pemerintah. Padahal terdapat sejumlah organisasi yang selama ini mewadahi Sultan dan Raja, diantaranya Forum Silaturahmi Keraton Nusantara. (MM)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan