Presiden Janji Bahas Peran Baru Keraton, Perjuangan Sultan dan Raja Nusantara Mulai Berbuah

Presiden Janji Bahas Peran Baru Keraton, Perjuangan Sultan dan Raja Nusantara Mulai Berbuah
Presiden Joko Widodo saat penutupan Festival Keraton Nusantara XI di Taman Air Goa Sunyaragi, Cirebon (18 September 2017). -foto dok Kesultanan Kasepuhan

Oleh Mada Mahfud.

Bukanlah sebuah rahasia jika peran keraton di nusantara terabaikan di era Pemerintahan Republik Indonesia. Namun, situasi tampaknya akan berubah paska Festival Keraton Nusantara (FKN) XI Cirebon. Disaksikan para Sultan dan Raja se-Nusatara, Presiden Joko Widodo berjanji akan membahas peran baru keraton sebagai tindak lanjut rekomendasi Musyawarah Agung FKN XI Cirebon. Dalam waktu dekat, Presiden akan mengundang Sultan dan Raja Nusantara ke Istana Negara untuk membahas peran baru tersebut.

Janji Presiden Joko Widodo disampaikan saat penutupan FKN XI di Taman Air Goa Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat. Kehadiran Presiden Joko Widodo menjadi penutup sempurna dari rangkaian acara FKN XI yang berlangsung  15-18 September 2017. Kehadiran Presiden Joko Widodo adalah sebuah gong besar yang berdentam dari Cirebon sebagai penanda kebangkitan peran budaya Sultan dan Raja se-Nusantara dalam format kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seolah hanya bergulir begitu saja, namun sesungguhnya ini bukan peristiwa biasa. Cirebon tengah mengulang peran pentingnya yang sangat bersejarah bagi negeri ini. Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon tengah menapaki kebesaran jejak leluhurnya, Sunan Gunung Jati. Pendiri Kesultanan Cirebon ini adalah tokoh kunci dari lahirnya kota Jayakarta setelah memenangkan peperangan  mengusir imperalis Portugis. Kota Jayakarta, kini menjelma menjadi Ibukota Republik Indonesia bernama Jakarta.

Peran penting Sultan Sepuh XIV tampak begitu jelas dengan keberhasilan FKN XI dari sudut pandang strategis. Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Wiranto, dan Mensesneg Pratikno hadir langsung. Dari acara akbar ini lahir permufakatan para Sultan dan Raja dalam sebuah Musyawarah Agung FKN XI yang melahirkan 7 rekomendasi. Sultan Sepuh XIV lalu menyuarakan baris demi baris rekomendasi FKN XI Cirebon yang didengar langsung Presiden Joko Widodo.

Dari tujuh rekomendasi, dua diantaranya adalah yang paling konkret. Pertama, perlunya anggaran kebudayaan ditingkatkan minimal 2% dari APBN dan APBD. Kedua, sebagai pemimpin kebudayaan dan penjaga keutuhan NKRI di daerah, Sultan dan Raja perlu peran aktif dengan masuk dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Sementara lima rekomendasi lainnya lebih bersifat normatif, sehingga tak akan menemui halangan dalam penerapannya.

Dibacakan sesaat sebelum Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato penutupan FKN XI, membuat rekomendasi tersebut benar-benar bergaung karena didengar langsung orang nomor satu di negeri ini.  Di tengah membacakan teks pidato selama 10 menit,  Presiden Joko Widodo berhenti menatap teks pidato dalam lembaran kertas di tangannya.

Dengan tersenyum, Presiden menegakkan kepala dan mengarahkan pandangannya ke segenap Sultan dan Raja se-Nusantara yang hadir di Taman Air Goa Sunyaragi. Dengan tangannya, Presiden membetulkan posisi mic agar lebih dekat. Presiden lalu berkata: “Tadi telah disampaikan oleh Gusti Sultan mengenai rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah. Jawaban saya, nanti saya undang saja ke istana.”

Ucapan Presiden Joko Widodo langsung mendapat tepuk tangan yang menggema dan memantul di dinding-dinding Taman Air Goa Sunyaragi. Presiden yang kali ini mengenakan pakaian adat Cirebon berwarna mutiara lalu melanjutkan dengan gayanya yang khas, santai namun serius.

“Kalau bukan bulan depan, ya  bulan depannya lagi, maksimal November. In Sya Allah maksimal November, sehingga rekomendasi-rekomendasi itu mana yang bisa kita jalankan, mana yang bisa kita selesaikan bersama-sama. Nanti kita bicarakan di Istana Jakarta saja,” tandas Presiden.

Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara budaya akbar di Cirebon ini bertepatan dengan suasana yang kondusif guna mendorong kebudayaan sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Sebelumnya Presiden Joko Widodo gencar mengenakan pakaian adat, sebuah tradisi baru untuk kembali mengangkat kekayaan budaya warisan leluhur.

Saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2017 di Gedung DPR/MPR 16 Agustus 2017, Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Bone, Sulawesi Selatan yang merupakan daerah asal Wapres Jusuf Kalla. Sebaliknya Wapres Jusuf Kalla mengenakan pakaian adat Jawa yang merupakan daerah asal Presiden Joko Widodo. Meski terlihat sederhana langkah keduanya bertukar pakaian adat memiliki makna luar biasa. Itu menjadi simbol berbaurnya masyarakat Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Penggunaan pakaian adat berlanjut pada Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara. Presiden mengenakan busana adat lengkap Batulicin, Kalimantan Selatan. Sedangkan Wapres mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan.

Festival Keraton Nusantara adalah acara tahunan yang digelar Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) yang dipimpin Sekjen Gusti Moeng dari Keraton Surakarta. Setelah berlangsung di Cirebon tahun ini, FKN akan digelar di Sumatra Barat pada 2018 dan di Luwu, Sulawesi Selatan pada 2019.

FKN XI Cirebon ini menampilkan berbagai kekayaan budaya keraton dari seluruh Nusantara. Pada Sabtu, 16 September 2017, berlangsung kirab agung Prajurit Keraton se-Nusantara. Dengan rute di kota Cirebon, masyarakat luas bisa menyaksikan keindahan busana dan tarian para prajurit keraton.

Pameran pusaka yang dibawa keraton dari seluruh Indonesia juga menyedot perhatian warga. Pameran benda pusaka digelar di halaman Taman Air Goa Sunyaragi dan Kesultanan Kanoman Cirebon.

Pagelaran kesenian secara bergilir menampilkan berbagai kesenian dari Kesultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman Yogyakarta, Pura Mangkunegaran, Keraton Skalabrak Lampung, Keraton Palembang, Keraton Serdang, Keraton Banten, Kesultanan Bima, Puri Ubud Bali, Kesultanan Deli, Keraton Sumenep, Keraton Goa, Kedatuan Luwu, Kesultanan Landak, Keraton Mempawah, Kesultanan Bone, Kedatuan Maros, Buton, Sumedang Larang, Singaraja,  Puri Denpasar, Keraton Kutaringin, Kesultanan Bulungan, Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, Kesultanan Pelalawan, Kesultanan Langkat, Kutai Kartanegara, dan Sambas.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan