Pembukaan FKN XI, Dihadiri 48 Keraton dan 157 Peninjau

Pembukaan FKN XI, Dihadiri 48 Keraton dan  157 Peninjau

CIREBON-FSKN: Festival Keraton Nusantara (FKN) XI berlangsung sangat meriah. Sebanyak 48 Keraton anggota Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) mengirimkan utusannya. Tak hanya itu kehadiran 157 peninjau dari berbagai keraton baik dari dalam negeri maupun luar negeri, membuat suasana pembukaan FKN XI bertambah semarak.

FKN XI berlangsung di Cirebon 15-19 September 2017. Meski sudah dimulai sejak tanggal 15 September 2017, namun pembukaan resminya berlangsung pada 16 September 2017. Mengambil tempat di Alun-Alun Keraton Kasepuhan, rangkaian acara pembukaan berlangsung nyaris seharian.

FKN XI diselenggaran atas kerjasama Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN)  dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). FKIKN yang dipimpin Sekretaris Jenderal Gusti Moeng beranggotakan 48 keraton termasuk Keraton Kasepuhan selaku tuan rumah. Sementara FSKN dipimpin duet Sultan Sepuh XIV sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodijoyo.

Setelah pidato pembukaan oleh Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, acara berlanjut dengan kirab prajurit dari 48 keraton. Dengan jumlah keraton sebanyak itu, butuh waktu hingga sore hari bagi para prajurit keraton se-Nusantara menunjukkan adat budaya dalam Kirab Prajurit Keraton yang disaksikan hampir 10 ribu pasang mata, baik  masyarakat lokal, daerah lain hingga mancanegara.

Keraton anggota FKIKN yang hadir adalah Kesultanan Deli, Kesultanan Serdang, Kesultanan Langkat, Kesultanan Palembang Darussalam, Kesultanan Pagarruyung (Istana Silindung Bulan), Kesultanan Pekan Baru Riau (Keraton Pelalawan), Kesultanan Skalabrak, Kesultanan Siak Sri Indrapura, Keraton Kacirebonan Cirebon, Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kanoman Cirebon, Keraton Sumedang Larang, Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat, Pura Pakualaman, Kesultanan Surakarta Hadiningrat, Pura Mangkunegaran, Kesultanan Sumenep, Puri Agung Denpasar, Puri Agung Karangasem, Puri Agung Singaraja Buleleng, Puri Agung Klungkung, Puri Agung Ubud, Kesultanan Bima, Keraton Kupang, Kesultanan Mempawah (Istana Amantubillah), Kerajaan Ismahayana Landak, Kesultanan Kutai Kartanegara, Kesultanan Gunung Tabur, Keraton Sambaliung, Kesultanan Bulungan,  Kesultanan Kuraringin, Kesultanan Buton (Istana Malige), Kesultanan Gowa (Istana Bala Lompoa), Kesultanan Luwu (Keraton Langkane), Kesultanan Wajo, Kesultanan Maros, Kesultanan Sopeng, Kerajaan Barani, Kerajaan Sooraja Bone, Kesultanan Pinrang (Saoraja La Inggi Bakaru), Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore (Kedaton Kie), Kesultanan Jailolo, dan Kesultanan Bacan.

Sementara peninjau berasal dari 147 Keraton baik anggota FKIKN maupun keraton yang bukan anggota FKIKN. Sebagian besar peninjau adalah adalah keraton anggota FSKN. Selain itu juga hadir utusan dari luar negeri seperti Kesultanan Sulu, Museum Nasional Malaysia, Singapura, Philipina, Sri Langka, Belanda, Ingris, dan Taiwan. (MM)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan