Keraton Tolok Ukur Jati Diri Bangsa

Keraton Tolok Ukur Jati Diri Bangsa
Suttan Seghayo Dipuncaknur Drs H Mawardi MSi, Kedatun Keagungan Lampung.

Adat dan budaya dalam Keraton/Kedaton/Bala Lampoa/Lamban/Nuwo atau sebutan lainnya menjadi salah satu pegangan dan pedoman dalam kehidupan sehari hari masyarakatnya, selain tentu saja agama. Beragamnya agama dan adat budaya merupakan khazanah kekayaan bangsa yg merupakan anugerah Allah Yang Maha Kuasa/ Tuhan Yang Maha Esa. Ini memperkaya dan merupakan sumber ilmu bagi semua insan Bangsa Indonesia yang seharusnya disyukuri dan menjadi modal yang kuat untuk pengembangan jati diri Bangsa Indonesia.

Sejalan dengan hal-hal tersebut diatas terlihat dengan jelas bahwa anugerah Allah Yang Maha Esa, kepada Bangsa Indonesia sangatlah besar. Ini merupakan modal dasar pembangunan Bangsa Indonesia sesuai dengan tujuan proklamasi kemerdekaan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur seperti termaktub dalam alinea ke 4 Pembukaan UUD 45.

Harapan dan Tantangan

Proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan Hari Jum’at tanggal 9 Bulan Romadhon tahun 1367 H.
Bila kita melihat dan mengkaji makna yg tersyirat dari proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia tersebut tentulah mempunyai makna yang sangat dalam antara lain:

Hari Jum’at adalah hari yang mulia/ penghulu segala hari. Pada Hari Jum’at semua ummat Islam diperintahkan untuk melaksanakan Sholat Jum’at disamping sholat lima waktu dan sholat-sholat sunnah lainnya. Kewajiban tersebut tentu mempunyai makna tersyirat yg sangat dalam bagi ummat Islam yang memperhatikannya.

Selanjutnya tanggal 9 merupakan angka yang paling tinggi dan angka terakhir dalam bilangan. Bulan Romadhon merupakan juga bulan ke 9 Hijriah dan bulan yang paling mulia dan di wajibkannya semua Islam melaksanakan Ibadah puasa wajib satu bulan penuh.

Semua hal-hal dimaksud diatas merupakan lambang-lambang yang menggambarkan begitu besar makna yang tersyurat dan tersyirat dalam terjadinya proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ini merupakan landasan pijak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) yg dilandasi UUD45 dan Pancasila. Sebagai ummat yang mempunyai landasan agama yang kuat tentulah segenap Warga Bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia yang dilambangkan dengan saat terjadinya tersebut diatas, merupakan anugerah Allah Yang Maha Kuasa/Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kewajiban kita sebagai ummatnya tentu harus mensyukuri nikmat tersebut. Allah Bersabda ” Barangsiapa yang bersyukur niscaya akan saya tambah dan barang siapa yang kufur, siksaku sangat pedih.”

Apakah kita sebagai anak bangsa sudah mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia? Implementasi rasa syukur tersebut harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari di semua bidang profesi baik sebagai professor, doktor, ahli-ahli lainnya, terlebih dalam pengelolaan pelayanan umum masyarakat seperti pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Selanjutnya rasa syukur tersebut diatas harus juga dilandasi rasa cinta tanah air. Itu adalah bagian dari Iman/ Hubbul Wathon Minal Iman sehingga pri kehidupan anak bangsa di setiap bidang profesi menunjukkan rasa hati yang dalam tentang cinta tanah air Indonesia. Dengan demikian rasa malu lebih besar untuk melakukan suatu tindakan dan kegiatan apapun yang melanggar ketentuan Undang-Undang Negara dan Agama. Dia akan malu melakukan pelanggaran karena malu terhadap diri sendiri dan menzholimi dirinya sendiri.

Jika ini terjadi, pembangunan Bangsa Indonesia akan berjalan sesuai tujuan proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia yang telah ditetapkan. Reformasi Mental yang dicanangkan Presiden merupakan suatu hal yang baik yang diarahkan untuk meng-implementasikan pesan Moral dalam Lagu Indonesia Raya: “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.”

Membangun jiwanya dalam Reformasi Mental harus dilandasi agama baik secara syariat maupun hakekatnya. Juga melalui adat budaya yang dikembangkan dan dimajukan karena dalam adat budaya terdapat nilai syariat dan hakekat Agama Islam yang dalam.

Majunya keraton dan masyarakat adat Indonesia dengan dukungan pemerintah dalam memahami serta implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam adat budaya akan mempercepat kembalinya jati diri bangsa menuju tercapainya Indonesia raya. (Suttan Seghayo Dipuncaknur Drs H Mawardi MSi,
Kedatun Keagungan Lampung).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan