Gubernur Jawa Barat: Keraton Embrio NKRI, Pemda Harus Berkomitmen Dukung Raja

Gubernur Jawa Barat: Keraton Embrio NKRI, Pemda Harus Berkomitmen Dukung Raja
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Raja Sultan saat Pembukaan Festival Keraton Nusantara XI Cirebon

CIREBON-FSKN: Gubernur Jawa Barat menegaskan keraton adalah embrio Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu pemerintah setempat harus berkomitment terhadap keraton yang telah berjasa mengembangkan budaya bangsa.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat pidato sambutan dalam pembukaan FKN XI Cirebon, 16 September 2017. Pembukaan berlangsung di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon yang dihadiri 48 Keraton Nusantara dan 157 peninjau dari berbagai keraton dalam dan luar negeri.

“Secara kesejarahan, tentu saja bangsa ini harus terus memperkokoh ingatan dan komitemennya berupa penghormatan, berupa pelestarian budaya yang dikembangkan keraton selama ini. Sebab keraton Nusanara, Raja, Ratu Nusantara, dalam konteks sejarahnya, mereka adalah embrio lahirnya NKRI,” kata Gubernur Jawa Barat dua periode tersebut.

Menurut Gubernur,  pemerintah perlu menjadikan Raja Sultan Nusantara sebagai sesepuh bangsa. “Mereka kita jadikan sesepuh. Mereka sebagai simbol untuk menjaga  budaya Nusantara. Itulah raja-raja Nusantara. Kita tentu saja berharap semua pihak berkomitmen terutama pemerintah setempat, baik kabupaten, kota, propinsi untuk menjaga keanegaragaman dan kebhinekaan yang ditampilkan raja,” tegasnya.

Aher, begitu sapaan akrab Gubernur Jawa Barat menilai, Festival Keraton Nusantara tidak hanya sekadar seremoni melainkan memiliki makna yang dalam.  “Kegiatan ini memiliki makna yang mendalam, makna yang membuat kita semakin kokoh persatuannya, semakin kokoh kebersamaannya dalam perbedaan yang tunggal ika sekaligus. Itulah Bangsa Indonesia,” cetus Aher.

Raja dan Sultan Nusantara adalah gambaran kebhinekaan Indonesia. Hal tersebut karena Raja dan Sultan Nusantara selalu menampilkan ciri khas adat budaya daerahnya masing-masing.

“Pada saat saya melihat wajah-wajah Raja dan Ratu Nusantara, saya amat sangat bergembira, bergemetar hati saya. Apa sebab, inilah wajah-wajah yang menggambarkan kebhinekaan Indonesia yaitu Raja Nusantara,” papar Aher.

Indonesia, lanjut Aher, perlu berbangga, tidak ada negara yang memiliki keragaman seperti Bangsa Indonesia. Indonesia hadir sebagai negara dengan kepulauan terbanyak di dunia yaitu sebanyak 17 ribu pulau.

Kebhinekaan adalah sebuah keniscayaan. Dengan ribuan pulau, otomatis terdapat ribuan bahasa dan ribuan suku bangsa. Hebatnya, pada saat yang sama,  Bangsa Indonesia tidak mempersoalkan kebhinekaan, melainkan tetap bersatu padu.

“Kita semua meyakini bahwa kehinekaan bukan sekadar fakta kehidupan. Dalam konteks keyakinan  itu adalah fitrah kehidupan kita, fitrah pencipta alam semesta, Allah SWT.”

Tuhan, tutur Aher,  menciptakan manusia baik laki-laki dan perempuan berbangsa, bersuku-suku, bukan untuk saling konflik, tetapi untuk saling mengenal satu sama lain. “Hakikatnya suku-suku itu adalah kehidupan. Kita junjung tinggi NKRI harga mati,” pungkas Aher. (MM)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan