FSKN dan FKIKN Ibarat Saudara Kandung, Selalu Satu Hati

FSKN dan FKIKN Ibarat Saudara Kandung, Selalu Satu Hati

DENPASAR-FSKN: Forum Silaturahmi Keraton Nusantara dan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) bertekad akan terus melanjutkan kiprahnya untuk menjaga martabat dan marwah leluhur. Soliditas dua organisasi keraton tersebut karena keduanya adalah saudara kandung yang selalu satu hati.

Penegasan tersebut disampaikan Raja Denpasar IX selaku tuan rumah Rapat FKIKN dan FSKN di Puri Agung-Ina Bali Hotel, Selasa (24 Oktober 2017). Hadir dalam Rapat tersebut Sekjen FKIKN Gusti Moeng dan KP Wirobumi. Sedangkan jajaran pengurus FSKN dipimpin langsung Ketua Umum FSKN Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat yang didampingi permaisuri Raden Ayu Syarifah Natadiningrat, Sekjen FSKN Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodijoyo, Datuq Adil Haberham, Bendahara Umum Ibu Evi Oktoria, Raden Maspanji Satria Wangsa, Pemangku Sultan Bulungan Datu Abdul Hamid, Sultan Sumenep, Sultan Jambi, Ratu Kokoda, Pangeran Hari Gondo Prawiro, Kesultanan Dompu, Kesultanan Sumbawa dan sejumlah perwakilan berbagai kesultanan di Nusantara.

FKIKN dan FSKN dalam kiprah terbaru, sukses menyelenggarakan Festival Keraton Nusantara XI di Cirebon 15-18 September 2017. FKIKN beranggotakan keraton yang bangunannya masih utuh. Sementara FSKIN beranggotakan baik keraton yang masih utuh maupun keraton yang tidak utuh karena berbagai sebab.

“Kita terus saja bekerja untuk meningkatkan kebersamaan dalam silaturahmi. FKIKN dan FSKN itu ibarat saudara kandung, selalu satu hati. Terus pelihara kesolidan untuk saling bantu membantu dalam setiap kegiatan FKIKN dan FSKN,” kata Raja Denpasar IX yang mengenakan baju kebesaran Kerajaan Denpasar berwarna putih.

Raja Denpasar IX menegaskan FKIKN dan FSKN ini bukanah organisasi biasa. Keduanya bertekad untuk menjaga martabat dan marwah para leluhur. “Kita berharap organisasi ini selalu dalam perlindung-NYA juga dijaga leluhur. Jadi biarkan semuanya berjalan dengan semestinya dan secara alam dan cara Tuhan menyeleksinya,” tambah Raja Denpasar IX.

Raja Denpasar IX menyarankan penataan keanggotan FKIKN. Menurutnya, keanggotaan FKIKN perlu disaring kembali yaitu yang masih memiliki keraton utuh. Sementara yang tidak memiliki keraton, bisa bernaung di bawah FSKN.

Raja Denpasar IX optimis kegiatan FKIKN dan FSKN akan berjalan makin baik dari tahun ke tahun karena telah mendapat dukungan pemerintah. “Khusus untuk kegiatan FKIKN itu sudah menjadi agenda pemerintah,” jelas Raja Denpasar IX.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen FKIKN Gusti Moeng memberikan apresiasi kepada Sultan Sepuh XIV selaku tuan rumah Festival Keraton Nusantara XI Cirebon yang dihadiri Presiden Joko Widodo. “Yang Mulia Sultan Sepuh XIV bisa membuat RI 1 (Presiden Jokowi) hadir di Cirebon. Ini berarti yang bersangkutan memiliki perhatian atas kerajaan dan kesultanan di Indonesia,” puji Gusti Moeng.

Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat menegaskan FKIKN dan FSKN akan berjalan terus dengan mengedepankan kerja nyata. “Apapun tantangannya akan dihadapi dengan jiwa yang dilandasi kebersamaan dan silaturahmi,” cetus Sultan Sepuh XIV.

Sementara itu KP Wirobumi mengomentari persoalan keanggotan FKIKN. Baginya, penambahan anggota harus ada rekomendasi dari Pemda setempat dan persetujuan Keraton di wilayah yang sudah terlebih dulu menjadi anggota FKIKN.

Persoalan keanggotaan FKIKN dan FSKN mencuat dalam rapat ini terkait usulan Datu Abdul Hamid. Pemangku Sultan Bulungan ini mengajukan Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung menjadi anggota FKIKN dan FSKN.

Sekjen FSKN Hj RAy Yani Soekotjo Koeswodijoyo melaporkan FSKN memiliki dasar hukum yang legal dan diakui negara melalui SK KumHam. Dengan legalitas tersebut tidak perlu ada keraguan terkait dengan klaim wadah tunggal organisasi Raja dan Sultan. Beberapa waktu lalu terbentuk Majelis Agung Raja Sultan (MARS Indonesia) yang dikukuhkan di Kementerian Dalam Negeri.

Sekjen FSKN juga melaporkan kesuksesan FKN XI Cirebon yang merupakan garapan bersama antara FSKN dan FKIKN. “FKN Cirebon dihadiri 80 persen raja yang valid dari berbagai daerah di Indonesia. Ini menjadi tonggak penting untuk kiprah FSKN dan FKIKN ke depan dalam melahirkan event-event yang bertujuan mengembalikan marwah dan martabat leluhur,” ujar Hj RAy Yani. (MM)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan