FKN XI, 10 Ribu Tamu Akan Banjiri Cirebon

FKN XI, 10 Ribu Tamu Akan Banjiri Cirebon

CIREBON-FSKN: Sekitar 10 ribu tamu dari berbagai daerah di Indonesia dan juga wisatawan mancanegera diperkirakan akan membanjiri Cirebon. Mereka ingin menyaksikan acara budaya akbar, Festival Keraton Nusantara XI,  yang akan menampilkan kekayaan budaya dari 50 keraton se-Nusantara, dan 100 peninjau dari 150 keraton. Acara akan berlangsung 15-20 September 2017.

Kesiapan Cirebon menerima tamu dalam jumlah besar ditegaskan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. Selaku tuan rumah FKN XI, berbagai persiapan telah digelar Kesultanan Kasepuhan Cirebon.

“Cirebon memiliki sarana untuk menerima tamu berupa hotel dan penginapan dalam jumlah banyak. Itulah sebabnya Cirebon dipilih menjadi tuan rumah FKN XI,” kata Sultan Sepuh XIV.

Masyarakat dari berbagai daerah tak akan mengalami kesulitan untuk memasuki Cirebon. Dengan tol Cipali, tamu yang berasal dari Jakarta bisa dengan mudah menuju Cirebon. Demikian juga dengan arah sebaliknya dari bagian Jawa sebelah timur.

Kereta api double trak juga siap menjadi sarana transportasi yang nyaman dan cepat menuju Cirebon. “Dari sarana transportasi, Cirebon sangat diuntungkan. Ke depan dengan Bandara Kertajati, akses menuju Cirebon menjadi lebih mudah lagi,” tutur Sultan Sepuh XIV.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, pun ikut menyambut gembira rencana Festival Keraton Nusantara. Penguatan cultural value dari Kasultanan Kasepuhan Cirebon, menurutnya, akan memberikan dampak terhadap commercial value.

“Cirebon itu sudah kuat di budaya. Sudah tidak perlu diragukan lagi atraksi dari sisi ini. Tetapi budaya saja tidak cukup, harus ditemukan commercial value-nya, sehingga menghasilkan kombinasi yang serasi, dan menjadikan Cirebon sebagai salah satu destinasi baik. Apalagi jaraknya dengan ibu kota, pusat market pariwisata sangat dekat,” kata Menpar saat konferensi pers, tanggal 14 September 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, tahun ini Kota Cirebon menjadi tuan rumah FKN yang kedua kali.. Sebelumnya, Cirebon pernah menjadi tuan rumah pada FKN II Tahun 1997 yang dibuka Wakil Presiden RI Try Sutrisno yang masih menjabat kala itu.

“FKN sendiri berawal dari Festival Keraton se-Jawa yang diadakan di Solo pada 1992. Kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN). Awalnya FKN  digelar untuk pertama kalinya pada 1995 di Yogyakarta dengan diikuti 20 utusan keraton/istana dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia. Dan kali ini pesertanya sudah sampai ratusan,” ujar Esthy yang didampingi Kabid Wisata Budaya Wawan Gunawan di Jakarta, Sabtu, 9 September 2017.

Pelestarian budaya ini dirasa sangat perlu. Misinya untuk mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur. Ini juga sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset.  “Jadi bukan hanya pada bangunan saja. Pengembangan dan pemanfaatan budaya juga ikut disentuh sehingga ada nilai-nilai yang bermanfaat,” tambahnya.

Untuk urusan kesultanan, kebetulan Indonesia punya banyak potensi. Dari mulai Jogja, Solo atau Palembang, semuanya  punya kesultanan. Museumnya bahkan ada dengan aktivitas masing-masing. “Peninggalan bangunan kesultanan atau keraton menjadi bagian dari atraksi dan menjadi tarik bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia, serta untuk dikenalkan kembali sejarah dan budaya kita” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wawan Gunawan menjamin even ini bakal sangat menghibur. Dalam FKN ini akan ada beberapa pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton seperti Kirab Agung Prajurit Keraton, Pagelaran Kesenian Keraton, Pagelaran Upacara Adat Keraton, Pagelaran Busana Keraton, Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton, Pertemuan Raja/Sultan Nusantara.

Faktanya, Cirebon memang punya segalanya. Saat mendengar Cirebon, pikiran langsung menerawang ke Kota Udang, Batik Trusmi, Nasi Jamblang, Empal Genthong, Tahu Genjrot, Sunan Gunung Jati. Semua tidak ada yang salah. Semua khas Cirebon.

Nah, kekayaan inilah yang ingin diangkat Kemenpar. Kemenpar ingin, Cirebon juga ikut dikenal dunia. Hal yang sangat mungkin bisa diraih mengingat dari sisi transportasi, jalur daratnya sudah bisa dilalui tol Cipali. Belum lagi akses rel kereta double track Jakarta-Cirebon, Yogyakarta-Cirebon dan Semarang-Cirebon. Setidaknya ada 200 perjalanan kereta yang melintasi kota Cirebon.

“Karenanya targetnya pun harus tinggi. Saya yakin festival ini bisa menggiring banyak wisatawan ke Cirebon,” kata Wawan.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan