Appaka Sulapa, Prinsip Kepemimpinan Di Balik Tangguhnya Karaeng Galesong

Appaka Sulapa, Prinsip Kepemimpinan Di Balik Tangguhnya Karaeng Galesong

JAKARTA-FSKN: Karaeng Galesong, putra Sultan Hasanudin dari Kerajaan Gowa adalah pejuang tangguh yang tak mengenal kamus menyerah dengan lokus pertempuran yang bersifat nasional melawan Belanda di abad 17. Ketua Lembaga Adat Karaeng Galesong Prof Dr Aminuddin Salle membuka rahasia ketangguhan kepemimpinan Karaeng Galesong yaitu prinsip Appaka Sulapa.

Karaeng Galesong adalah pelopor perlawanan yang bersifat nasional karena lokus pertempurannya yang lintas batas melalui kolaborasi dengan Sultan Hasanudin di Sulawesi, Sultan Ageng Tirtayasa di Banten, dan Raden Trunojoyo di Jawa.

Karaeng Galesong yaitu I Mannindori Karaeng Tojeng adalah putra Sultan Hasanudin dari Kerajaan Gowa. Tak bersedia tunduk dengan Perjanjian Bungaya yang mencabik harga diri, Karaeng Galesong bersama 6.000 pasukan terus melanjutkan perlawanan di laut dan kemudian bergabung dengan Sultan Ageng Tirtayasa dan Raden Trunojoyo, dua tokoh anti Belanda. Karaeng Galesong wafat 21 November 1679 dan dimakamkan di Ngantang, Malang, Jawa Timur.

Pemakaman Karaeng Galesong menjadi sarana untuk mengenal ketangguhan putra Sultan Hasanudin. Gapura besar dibangun menuju pemakaman, berbentuk limas dengan bagian puncaknya berupa mahkota raja. Mahkota diapit dengan dua naga yang menjalar ke tiang gapura di kanan kiri. Di bawah dua naga bertuliskan “GAPURA ASTANA KARAENG GALESONG”.

Meski sudah tiada, masyarakat luas bisa mewarisi ajaran kehidupan Karaeng Galesong yang membuat pahlawan asal Sulawesi Selatan itu begitu tangguh. Tengoklah tumpukan bata di makam yang dibentuk empat persegi sama panjang. Sekilas seperti biasa, namun ternyata itu didesain untuk menggambarkan prinsip kepemimpinan Karaeng Galesong yaitu Appaka Sulapa.

Hal tersebut diceritakan Prof Dr Aminuddin Salle, Ketua Lembaga Adat Karaeng Galesong yang juga Ketua Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Prof Dr Aminuddin Salle menjadi tokoh yang gencar menularkan prinsip kepemimpinan Appaka Sulapa terutama kepada para pemimpin di Indonesia.

Ketua Dewan Adat Karaeng Galesong, Prof Dr Aminuddin Salle bersama permaisuri di makam Karaeng Galesong di Ngantang, Malang, Jawa Timur.

“Appaka Sulapa itu kepemimpinan empat dimensi, makanya digambarkan sebagai persegi empat sama panjang yang juga tergambar pada makam Karaeng Galesong di Malang,” kata Prof Dr Aminuddin Salle dalam perbincangan jarak jauh melalui sarana teknologi informasi.

Prinsip Appaka Sulapa sesungguhnya mencontoh karakter empat sahabat Rasulullah Muhammad SAW yaitu Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, dan Abubakar As-shiddiq. Umar bin Khattab dikenal dengan sifat gagah berani, Ali bin Abi Thalib memiliki karakter cerdas, Usman bin Affan yang kaya, dan Abubakar Asshiddiq dengan sifat jujur terpercaya.

“Prinsip Appaka Sulapa itu berarti seorang pemimpin harus cerdas, jujur, berani, dan kaya,” cetus pria yang juga Ketua Dewan Pembina Pemuda Galesong.

Karaeng Galesong bisa tampil begitu tangguh dalam berbagai pertempuran karena memiliki empat karakter tersebut. “Karaeng Galesong itu sangat berani, Belanda dilawan tanpa mengenal menyerah. Cerdas karena mampu meloloskan diri ke Jawa untuk terus bertempur padahal semua celah ditutup pasukan laut Belanda. Jujur sehingga dipercaya para prajuritnya yang bersedia terus berperang mengusir penjajah, dan kaya karena mampu membawa 6.000 prajurit,” terangnya.

Prof Dr Aminuddin Salle menegaskan prinsip ini perlu diterapkan kembali di bumi Indonesia. Saat ini banyak pemimpin di Indonesia tidak memiliki prinsip tersebut sehingga negeri ini terus digerogoti permasalahan korupsi.

“Banyak petugas negara yang kaya tetapi sesungguhnya miskin. Kaya yang sebenarnya itu adalah tidak mengambil hak orang,” papar Prof Dr Aminuddin Salle.

Guna menyebarkan prinsip kepemimpinan Appaka Sulapa, Prof Dr Aminuddin Salle mengaku terus menularkan hal tersebut kepada siapa saja pada berbagai kesempatan. (MM)

Ketua Dewan Adat Karaeng Galesong, Prof Dr Aminuddin Salle berdiskusi soal prinsip kepemimpinan Appaka Sulapa bersama petinggi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (Irjen Pol (Purn) Mapparessa, Ibu Evi Oktavia), Bupati, dan Wakil Bupati Takalar.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan